Jumat, 25 November 2016

RPP Laju Reaksi



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan    : SMA Negeri 3 Palangka Raya
Mata Pelajaran          : Kimia
Pokok Bahasan         : Laju Reaksi
Sub Pokok Bahasan  : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Kelas/Semester          : XI IPA /1
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          : 2 JP (2 x 45 menit)

I.              Standar Kompetensi
3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam  kehidupan sehari-hari dan industri.

II.           Kompetensi Dasar
2.2  Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi.

III.        Indikator
1.    Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
2.    Menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi.
3.    Menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi.
4.    Menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi.
5.    Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi.

IV.        Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
2.    Siswa dapat menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi.
3.    Siswa dapat menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi.
4.    Siswa dapat menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi.
5.    Siswa dapat menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi

V.           Materi Pembelajaran
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
1.    Konsentrasi Pereaksi
Pengaruh konsentrasi pada laju reaksi dapat dipelajari langsung saat melakukan percobaan di Laboraturiom. Contohnya mereaksikan magnesium dengan asam klorida. Percobaan dilakukan minimal 2 kali, masing-masing dengan konsentrasi HCl yang berbeda. Sementara fakktor lainnya dibuat sama, seperti volume HCl, bentuk dan massa magnesium, serta suhu. Dengan demikian, perubahanlaju reaksi semata-mata karena perubahan konsentrasi HCl.
Dari Hasil percobaan yang dilakukan terhadap kedua zat diatas diperoleh HCl 1 M yang bereaksi dengan Magnesium berlangsung lebih cepat daripada reaksi magnesium dengan HCl 0,5 M. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: Semakin besar konsentrasi larutan semakin cepat reaksi berlangsung.

2.    Luas permukaan
Suatu reaksi mungkin melibatkan pereaksi dalam bentuk padat. Ukuran zat padat berpengaruh terhadap laju reaksi. Hubungan luas permukaan zat padat dengan ukuran partikelnya. Misalnya diketahui sebuah benda berbentuk kubus dengan panjang sisi 1 cm. Dengan matematika sederhana dapat dihitung luas permukaannya 6 cm2. Jika kubus tersebut dapat dipotong menjadi 8 kubus yang sama dan sebangun, masing-masing dengan panjang sisi 0,5 cm maka setelah dihitung luas permukaannya menjadi 12 cm2. Jika  kubus masing-masing dibagi lagi maka setiap kali total permukaannya akan bertambah. Dapat disimpulkan bahwa semakin halus partikel dari suatu zat padat, maka total luas permukaannya akan semakin besar.
Berkaitan dengan laju reaksi suatu zat padat dengan zat lainnya sehingga menghasilkan reaksi kimia maka akan dicari pengaruh laju tersebut tehadap ukuran partikelnya. Contohnya reaksi antara Pualam (CaCO3) dalam bentuk butiran yang bereaksi dengan HCl memerlukan waktu 300 detik untuk dapat bereaksi sedangkan pualam (CaCO3)  dalam bentuk serbuk yang bereaksi dengan HCl memerlukan waktu 120 detik. Sehingga dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :
Kepingan yang lebih halus bereaksi lebih cepat
Kepingan yang lebih kasar bereaksi lebih lambat

3.    Suhu
Laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Reaksi akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Contoh  pengaruh suhu terhadap laju reaksi dapat dilakukan dengan cara mengamati reaksi natrium tiosulfat (Na2S2O3) dengan larutan asam klorida (HCl). Reaksi ini menghasilkan endapan belerang yang berwarna kuning muda. Laju reaksi dapat ditentukan oleh laju pembentukan endapan belerang

4.      Katalis
Salah satu cara lain untuk mempercepat laju reaksi adalah dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan katalis. Katalis adalah zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen. Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan.
Suatu reaksi yang menggunakan katalis disebut reaksi katalis dan prosesnya disebut katalisme. Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi, dan katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan, dan membuat orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan.
Contohnya adalah reaksi larutan besi (III) klorida (FeCl3) terhadap peruraian larutan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida terurai menjadi air dan oksigen.
Pada suhu kamar, reaksi itu berlangsung sangat lambat sehingga praktis tidak teramati. Namun, reaksi akan berlangsung hebat jika larutan FeCl3 ditambahkan. Larutan FeCl3 (yang berwarna kuning jingga), mula-mula mengubah warna campuran menjadi cokelat tetapi pada akhir reaksi kembali berwarna kuning jingga. Hal ini menunjukan bahwa FeCl3 tidak ikut bereaksi dalam reaksi tersebut.

VI.        Model Pembelajaran
Model Pembelajaran      : Explicit Intruction (Pengajaran Langsung)
Metode Pembelajaran    : Diskusi, Eksperimen

VII.     Media Dan Sumber Belajar
·      Buku Kimia SMA Kelas XI
·      Alat dan Bahan Percobaan
·      Lembar Kerja Siswa (LKS)

VIII.  Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal (Pendahuluan)
·       Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam, doa dan memeriksa kehadiran.
Apersepsi
·        Guru memberi apersepsi dengan menanyakan materi minggu lalu serta mengingatkan kembali tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Motivasi
·       Guru memotivasi siswa untuk belajar dan menyampaikan topik dan tujuan yang akan di pelajari.
·       Guru membagi siswa menjadi 7  kelompok besar secara heterogen.
·       Guru menjelaskan bahwa mereka akan melakukan percobaan dan melakukan pengarahan.
15 menit
Kegiatan Inti
Eksplorasi
·       Guru menjelaskan tentang percobaan yang akan di lakukan meliputi topik, tujuan, serta alat bahan yang di gunakan dalam percobaan.
·       Guru membagikan alat dan bahan serta lembar kerja siswa (LKS).
·       Guru menjelaskan tentang prosedur kerja yang akan di lakukan dalam percobaan.
Elaborasi.
·       Guru membimbing dan menuntun siswa melakukan percobaan.
·       Guru terus memantau siswa dalam mengamati percobaan yang sedang di lakukan dan meminta mereka menuliskan hasil pengamatan.
·       Guru membimbing siswa dalam melakukan diskusi dan mengolah data dalam LKS berdasarkan pengamatan.
Konfirmasi
·       Guru membantu siswa mengkaji ulang hasil pemecahan masalah  pada percobaan.
·       Guru meminta siswa untuk membuat laporan lengkap di rumah dan di kumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
70 menit
Kegiatan Penutup
·       Guru melakukan refleksi.
·       Guru menyampaikan materi yang akan di bahas pada pertemuan yang akan datang.
·       Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam.
5        menit


XI.  PENILAIAN
a.         Penilaian Sikap
Melihat sikap siswa selama pelajaran berlangsung.
b.        Penilaian Keterampilan
Melihat kemampuan siswa dalam berdiskusi dan presentasi selama proses pembelajaran berlangsung.
c.         Penilaian Pengetahuan
§  Jawaban siswa dalam mengerjakan soal dalam LKS.
§  Jawaban siswa dalam mengerjakan soal latihan yang diberikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar